Showing posts with label book review. Show all posts
Showing posts with label book review. Show all posts

Monday, May 3, 2010

Mutasi DNA Powerhouse-Pertamina


Sebelum bercerita tentang buku ini, rasanya perlu diketahui dulu mahluk apakah powerhouse itu. Powerhouse adalah perusahaan-perusahaan yang mempunyai ukuran sangat besar, dilihat dari asset, jumlah karyawan, memberikan kontribusi yang besar dalam pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan inovasi. Contoh-contoh dari powerhouse antaralain Saudi Aramco, Pertamina, Exxon, wallmart, sumitomo, Mithal, McDonald, Microsoft, Boeing, Airbus, dan Dupont. Powerhouse dapat dibedakan berdasarkan dari resources-based, people-based, dan knowledge-based.

Membaca buku ini, terasa enak dan tidak capek, karena buku ini bertutur dengan bahasa pop, sesuai pengarangnya yang mantan wartawan, Prof. Rhenald Kashali, Phd. Buku ini diterbitkan tahun 2008 dan saat ini telah ada satu buku lagi karya Rhenald Kashali-Myelin. Mudah2an nanti bisa direview juga disini.

Secara panjang lebar, buku ini mengulas tentang PT. PERTAMINA (Persero), yakni sebuah powerhouse milik Negara Indonesia (100% sahamnya dikuasai oleh Negara). Ulasan mencakup berbagai sudut, mulai dari pasang-surut PT. Pertamina tahun ke tahun, proses perubahan yang sedang dijalankan oleh Direksi yang dipimpin Arie Sumarno (diganti feb 2009), tantangan yang dihadapi oleh direksi BUMN ini terkait dengan program transformasi yang dilakukan, misalnya: sumber daya manusia Pertamina, culture perusahaan, campur tangan politik.

Yang menarik dari buku ini adalah kekayaan contoh-contoh dari perusahaan lain, terutama perusahaan powerhouse dari luar negeri dan sedikit dari perusahaan Indonesia. Sebagai contoh adalah ulasan tentang Aramco (sebuah perusahaan minyak Arab Saudi). Aramco merupakan perusahaan minyak terbesar didunia dengan menguasai cadangan minyak terbesar, produksi hariannya mencapai 11 juta barrel/hari (sebagai perbandingan produksi Indonesia hanya 1,03 juta barrel/hari). Dengan ukuran produksi yang sangat besar tersebut, Aramco menjadi motor penggerak ekonomi Arab Saudi, dari negara yang miskin menjadi negara yang berkemakmuran.

Contoh lain adalah bagaimana kejatuhan sebuah perusahaan BUMN minyak di India (ONGC-oil and natural gas corporation) akibat keserakahan dari politik untuk masuk dan menguasai perusahaan migas yang menghasilkan keuntungan yang besar.

Rhenald Kashali dalam buku ini menunjukkan cara melakukan perubahan dari kondisi yang buruk menjadi lebih baik. Prasyarat dari perubahan dan apa yang dilakukan selama perubahan diulas panjang lebar didalam buku ini. Sebagai contoh adalah prasyarat perubahan yang harus dimulai dari komitmen manajemen puncak untuk melakukan perubahan. Manajemen puncak yang harus memiliki VISI (visioner, integrator, socialite, dan illusionist), individu alpha, pengelolaan karyawan, dll.

Buku ini wajib dibaca bagi pemimpin, calon pemimpin, dan anggota organisasi yang menginginkan perusahaannya menjadi lebih maju, dan bercita-cita menjadi sebuah powerhouse kelas dunia. Bagi yang sudah jadi pimpinan, gunakan kekuasaan yang ada ditangan ada untuk berbuat kebaikan, membawa organisasi yang anda pimpin menjadi maju dan berkembang. Bagi yang belum jadi pimpinan, pemimpin tidak lahir dalam proses yang instant, semuanya melalui proses. Tempalah anda menjadi pemimpin yang ideal.

Tuesday, December 29, 2009

OUTLIERS


Buku ini ditulis oleh Malcolm Gladwell, seorang penulis buku best seller yang lain yakni The Tipping Point dan Blink. Dalam buku outliers ini Malcolm Gladwell menulis tentang rahasia dibalik sukses para outliers.

Out-li-er: 1. sesuatu yang lokasinya jauh atau memiliki kelas yang berbeda dari bagian utama atau bagian lainnya. 2. Sebuah pengamatan statistik yang memiliki nilai berbeda dari contoh lainnya.

Dari judulnya ini dapat digambarkan bahwa isi buku ini mengeksplorasi tentang hal-hal yang berada diluar kebiasaan, atau diluar nilai-nilai normal. Mengapa seseorang atau sebuah kelompok dapat mencapai prestasi yang luar biasa disebuah bidang? Hal-hal apa saja yang mendorong kesuksesannya? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang mencoba dijawab oleh buku ini.

Kebanyakan dari kita (termasuk pada awalnya saya) mempunyai pandangan bahwa seseorang yang dikarunia tingkat intelegensia yang tinggi akan sukses dalam kehidupannya. Ternyata tidak. Intelegensia memang penting namun ada banyak faktor lain yang mempengaruhi kesuksesan seseorang. Bill Gates memang mempunyai otak yang brillian, Einstein juga (IQ 150), Habibie juga. Namun ada seorang yang bernama Chris Langan (IQ 195) ternyata hidupnya biasa-biasa saja, tidak menghasilkan sebuah karya yang monumental. Dia "hanya" menjadi seorang peternak biasa. Terdapat faktor lain berupa lingkungan yang kondusif, kerja keras, dan kesempatan serta sesuatu yang lebih besar lagi (tren industri).

Para raja IT ternyata dilahirkan pada kisaran tahun yang sama 1955-an. Bill Gates, Paul Allen, Steve Jobs dilahirkan pada kisaran tahun tersebut. Pada saat mereka beranjak dewasa terdapat kesempatan untuk mengeksplorasi komputer pribadi. Usia diatas dan dibawah mereka menjadi tidak pas untuk tumbuh menjadi raja komputer dunia. Bisa ketuaan atau terlalu muda. Mereka juga dikarunia kesempatan (sebuah kebetulan yang didisain oleh Tuhan) untuk melakukan praktek, kerja keras, latihan sehingga ketika dunia membutuhkan merekalah yang telah siap untuk menyambut tantangan. Malcolm Gladwell mengistilahkan dalam kaidah 10.000 jam.

Budaya juga mempengaruhi kesuksesan orang dalam bidang tertentu. Bagaimana bangsa asia yang mempunyai budaya bekerja keras mempunyai keunggulan dalam bidang matematika, sementara karena budaya penghormatan kepada atasan pilot-pilot korea mempunyai tingkat kecelakaan yang tinggi. Kerja keras menjadi salah satu kunci dari keberhasilan para outliers, namun lebih dari itu harus didukung sesuatu yang lain. Anak yang mempunyai intelegensia tinggi harus didukung oleh lingkungan "concerted cultivation".

Terkait dengan fakta-fakta yang diungkap dalam buku ini saya teringat dengan Bagaimana dengan Indonesia? Kita mempunyai banyak talenta-talenta unggul, banyak dari generasi muda kita menjuarai olimpiade matematika, fisika, etc. Namun apakah lingkungan kita mendukung untuk talenta-talenta ini menjadi outliers dunia?

Bagi yang masih penasaran tentang buku ini dapat mengunjungi situs Malcolm Gladwell di http://www.gladwell.com/outliers/index.html atau lebih bagus baca sendiri deh bukunya.